Puro-Mangkunegaran-Solo
Puro Mangkunegaran Solo (Photo: pariwisatasolo.surakarta.go.id)

Xelexi.com – Kota Solo atau juga dikenal sebagai Surakarta menyajikan banyak destinasi wisata yang sama menakjubkan sebagaimana daerah tetangganya, Yogyakarta. Banyak nilai-nilai budaya dan nilai-nilai luhur yang masih dipertahankan oleh kota yang indah ini di hampir setiap sudutnya.

Banyak hal-hal unik dan menarik yang bisa kamu jumpai di kota ini. Penasaran? Berikut adalah beberapa hal menarik tentang Kota Solo.

1. Jalur Kereta Yang Unik

Solo adalah satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki jalur kereta api di tengah kota yang bersisian langsung dengan jalan utama, tanpa ada pembatas. Biasanya jalur kereta api berada jauh dari keramaian, tapi di sini, jalurnya persis disisi Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan jalan utama kota.

railbus-bathara-kresna-solo-2
Railbus Bathara Kresna, Solo (Photo: Dwi Prasetya/JIBI/SOLOPOS)

Kereta yang menggunakan jalur ini adalah Railbus Bathara Kresna dan Kereta Uap Jaladara atau yang lebih dikenal dengan nama Sepur Kluthuk Jaladara.

Kereta Uap Jaladara memiliki dua gerbong dan ditarik oleh Lokomotif C 1218, dengan total kapasitas hingga 72 penumpang. Kereta wisata ini melayani jalur Stasiun Purwosari ke Stasiun Sangkrah sepanjang ± 6 km dan untuk menggunakannya harus dipesan minimal seminggu sebelumnya.

Sementara Railbus Bathara Kresna memiliki 3 rangkaian gerbong dengan kapasitas penumpang maksimal 117 orang. Kereta ini melayani rute perjalanan pulang pergi dari stasiun Purwosari di Solo menuju Wonogiri, melewati stasiun Solokota, Sukoharjo, dan Pasar Nguter.

Keberangkatan pertama dari Purwosari adalah pukul 04.00 pagi sedangkan keberangkatan pertama dari Wonogiri pada pukul 06.00. Harga Tiket KA Batara Kresna ketika artikel ini ditulis pada November 2017 adalah Rp 4.000 untuk sekali jalan per orang.

Berbeda dengan Kereta Uap Jaladara, untuk naik kereta Bathara Kresna tidak perlu melakukan pemesanan seminggu sebelumnya, kamu bisa membeli tiketnya langsung di loket stasiun pada hari H keberangkatan.

2. Kota Dengan Dua Kerajaan

Terbentuknya dua kerajaan di wilayah Surakarta ini terjadi melalui sejarah yang cukup panjang pada masa kolonial tahun 1750an. Setelah melewati fase peperangan melawan VOC dan kemudian perjanjian damai, akhirnya Kerajaan Mataram Surakarta terbagi menjadi dua, yaitu: Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran Surakarta. Masing-masing memiliki raja dan istana sendiri.

Istana atau Keraton Kasunanan Surakarta terletak di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, sementara Istana atau Pura Mangkunegaran terletak di pusat kota Solo saat ini, yaitu Jalan Ronggo Warsito.

keraton-kasunanan-solo
Keraton Kasunanan Solo (Photo: indonesia-heritage.net)

Keraton Kasunanan menjadi lambang besar di Kota Solo. Didirikan oleh Susuhan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak akibat geger pecinan pada tahun 1743. Keraton Kasunanan berdiri megah dengan luas 54 are, dan menyimpan banyak kekayaan kerajaan Mataram seperti patung-patung, pusaka kerajaan, senjata kuno dan Menara Sanggabuwana.

Puro-Mangkunegaran-Solo
Puro Mangkunegaran Solo (Photo: pariwisatasolo.surakarta.go.id)

Sementara itu, Pura Mangkunegaran yang megah dan indah dibangun tahun 1757 sebagai tempat kediaman Raden Mas Said yang bergelar Mangkunegaran I, hasil dari perjanjian Giyanti. Raden Mas Said adalah anak Arya Mangkunegaran yang melakukan perlawanan terhadap tentara VOC Belanda.

Nama “Pura” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya istana atau kerajaan. Pura Mangkunegaran menjadi pusat budaya dan seni di Kota Solo. Berbagai koleksi berharga yang ada di dalam istana dipercaya berasal dari Kerajaan Mataram dan Majapahit.

Kedua istana ini merupakan tujuan wisata penting dan patut dikunjungi, karena kita bisa belajar tentang masa lalu melalui peninggalan benda-benda bersejarah.

3. Wisata Kuliner di Pasar Gede

Pasar Gede Hardjonegoro atau yang biasa dikenal dengan Pasar Gede Solo adalah salah satu monumen sejarah kota Solo. Pembangunan Pasar Gede dimulai pada tahun 1927 dan selesai tahun 1930. Pasar ini pun menjadi pasar tertua di Solo.

pasar-gede-solo
Pasar Gede Solo (Photo: wisatasolo.id)

 

Dirancang oleh Thomas Karsten, seorang arsitek Belanda, arsitektur Pasar Gede merupakan perpaduan antara gaya Belanda dan gaya Jawa. Pasar Gede terletak di Jl. Jend. Urip Sumoharjo, seberang Balaikota Surakarta.

Disamping kebutuhan pokok, di Pasar Gede kamu juga bisa menjumpai banyak penjual makanan tradisional khas Solo dan makanan khas Jawa lainnya. Ada puluhan penjual yang menjajakan nasi liwet, pecel, ayam goreng, es dawet, kerupuk rambak, karak, intip, cenil, timlo, dan banyak lagi.

Karena itulah Pasar Gede juga menjadi tujuan wisata kuliner yang populer bagi para pelancong.

xelexi-03-hotels_324Santai dan ambil nafas. Anda butuh liburan!
Pesan hotel Anda di Solo melalui Booking.com

PESAN SEKARANG!

4. Sate Buntel

Di Solo kamu akan menemukan satu jenis sate yang unik, yaitu Sate Buntel. Sate jenis ini berbeda dengan sate biasa.

Umumnya, sate terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu, dan disajikan dengan berbagai macam bumbu, tergantung dari variasi resepnya.

sate-buntel-solo-surakarta
Sate Buntel Solo (Photo: Dentist Chef)

Nah, sate buntel dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus dengan lemak kambing lalu dibakar. Bumbu sate buntel terutama adalah merica dan kecap manis.

Kamu bisa menjumpai warung sate buntel di banyak lokasi di Solo. Beberapa yang cukup terkenal diantaranya adalah:

  • Sate Buntel Haji Bejo di kawasan Lojiwetan.
  • Sate Kambing Mbok Galak di Jl. Mangun Sarkoro, Banyuanyar.
  • Sate Kambing dan Sate Buntel “Pak Narto” di Jl. Kyai Mojo, Baturono, Pasar Kliwon.

Sayang rasanya jika tidak merasakan nikmatnya sate buntel ketika berkunjung ke Solo.

5. Batik Solo

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Batik Indonesia juga telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober 2009. Untuk itulah maka batik harus tetap dijaga kelestariannya.

Motif batik Sidomukti dan Sidoluhur adalah contoh motif batik Solo yang terkenal. Kemudian ada juga motif batik Parang, Barong, Kawung dan Sawat. Setiap motif memiliki makna tersendiri dengan harapan dapat membawa kebaikan bagi pemakainya.

Sebagai contoh, bentuk dasar huruf S pada motif batik Parang diambil dari ombak samudera yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. 

kesolo-contoh-gambar-motif-batik-parang
Motif Batik Parang (Photo: kesolo.com)

Motif ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga. 

6. Pusat Grosir Batik

Jika ingin mencari batik dengan harga murah, maka sebaiknya kamu datang ke Pasar Klewer. Terletak bersebelahan dengan Keraton Surakarta, pasar ini merupakan pusat perbelanjaan kain batik yang menjadi rujukan para pedagang batik di Indonesia. Pasar Klewer juga merupakan pasar tekstil terbesar di Solo.

Konon, nama Klewer diambil dari cara mereka berjualan pada masa dahulu di sekitar Keraton yaitu dengan cara digantung secara acak atau disebut juga di “klewer”.

pasar-klewer-solo
Pasar Klewer Solo, Central Java, Indonesia (Photo: Jawa Pos Radar Solo)

Di Pasar Klewer kamu bisa menjumpai banyak kios atau toko yang menjual berbagai batik mulai dari kebaya, kemeja, daster, kaos batik, hingga kain bermacam ukuran. Koleksinya pun beragam, bukan hanya batik khas Solo, namun juga batik khas Banyumas, Pekalongan, Madura, dan Yogyakarta.

Selain di Pasar Klewer, kamu juga bisa berbelanja batik di jaringan toko batik yang terkenal dari Solo, yaitu Batik Keris. Namun tentu saja harganya sebanding dengan kualitasnya.

Atau kamu juga bisa berbelanja batik di sentra-sentra batik lainnya seperti di Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman.

7. Pasar Malam Ngarsopuro

Pasar Malam Ngarsopuro adalah pasar tiban, alias pasar dadakan yang hanya buka di hari Sabtu malam, jam 18.00 – 22.00. Diselenggarakan di Jalan Diponegoro, di depan Pura Mangkunegaran.

ngarsopuro-night-market-solo
Ngarsopuro Night Market (Photo: pasargedhe.wordpress.com)

Berlokasi di jantung kota yang dekat dengan Jl. Slamet Riyadi, membuat pasar malam ini selalu ramai oleh pengunjung. Di sini Anda bisa jalan-jalan sambil menikmati suasana malam, wisata kuliner, sekaligus belanja kerajinan dan oleh-oleh khas Solo.

Ditengah-tengah pasar malam ada semacam panggung yang digunakan untuk pertunjukan tari, musik, maupun drama. Diantara jajanan yang tersedia adalah nasi liwet, cambuk rambak, dan wedang ronde yang bisa kamu nikmati sambil duduk lesehan diatas tikar.

Nah itu adalah beberapa hal menarik tentang kota Solo, semoga dapat menambah wawasan sebelum kamu pergi ke kota ini.

xelexi-03-hotels_324Siap untuk memulai petualangan Anda di Solo?
Dapatkan penawaran hotel terbaik dan termurah disini..

CARI SEKARANG!

Cari Penawaran Hotel Terbaik dan Termurah di Kota Solo Cari Hotel di Solo via Booking.com