batik-shop
Batik Shop (illustration)

Xelexi.comYogyakarta memang istimewa. Bagi yang sedang atau pernah ke Jogja pasti merasakan aura keistimewaan itu.

“Setiap sudut kota Jogja itu Romantis”, kata Anies Baswedan.

Bepergian di kota ini memang selalu menyenangkan. Jalan-jalan di Malioboro, naik sepeda lampu hias di alun-alun, trekking ke Gunung Merapi, menikmati keindahan matahari terbit di Borobudur, nonton sendratari Ramayana di candi Prambanan, ditambah lagi merasakan sensasi wisata kulinernya yang memanjakan lidah dan perut kita. Ahh belum puas rasanya.. Dan tiba-tiba datang waktu untuk pulang.

Tentu Anda tak ingin kenangan tentang Yogyakarta hilang begitu saja. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk dapat tetap mengingat Yogyakarta adalah membeli oleh-oleh khas Kota Pelajar ini.

Baca Juga: Makanan dan Jajanan Khas Yogyakarta

Berikut adalah daftar souvenir atau buah tangan khas Jogja yang bisa Anda bawa pulang:

1. Batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Menurut teknik pembuatannya, terdapat tiga jenis batik, yaitu:

  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.

Batik tak bisa dilepaskan dari Yogyakarta, dan biasanya termasuk dalam daftar oleh-oleh yang dibeli oleh wisatawan yang datang ke kota ini. Anda dapat membeli Batik dalam berbagai bentuk, misalnya baju, kain, kerajinan tangan dan lainnya.

Beberapa kawasan yang menjual Batik di Yogyakarta adalah:

  • Jalan Malioboro
  • Pasar Beringharjo
  • Kampung Batik Ngasem
  • Kampung Batik Giriloyo
  • Desa Batik Kayu Krebet

2. Kerajinan Perak Kotagede

Kotagede merupakan sentra kerajinan perak yang sudah terkenal sejak jaman dulu. Kerajinan perak Kotagede bermula dari kebiasaan para abdi dalem kriya Kotagede membuat barang-barang, perhiasan dan perlengkapan lainnya bagi Raja dan kerabatnya dari Kraton Mataram. Keahlian tersebut diturunkan secara turun temurun sampai sekarang.

perak-cincin-kotagede2-nitaangel
Kerajinan Perak Kotagede (sumber: nitaangel.wordpress.com)

Perkembangan perusahaan perak Kotagede mengalami masa keemasan antara tahun 1930—1940-an dengan munculnya perusahan-perusahaan baru, peningkatan kualitas, dan diciptakannya berbagai motif baru.

perak-cincin-kotagede
Cincin Perak Kotagede (sumber: siloka.com)

Industri perak mulai berkembang dan merambah pasaran dunia ketika Kotagede kedatangan seorang pedagang bangsa Belanda yang memesan barang-barang keperluan rumah tangga Eropa dengan bahan perak. Barang-barang tersebut berupa tempat lilin, perabotan makan minum, piala, asbak, dan perhiasan dengan gaya Eropa ber motif khas Yogyakarta didominasi bentuk daun-daun, bunga, dan lung (sulur).

Saat ini terdapat puluhan art shop perak yang tersebar di seluruh wilayah Kotagede. Anda tidak sekedar dapat memilih dan membeli kerajinan perak disini, tetapi juga bisa menyaksikan proses pembuatannya.

3. Gerabah Kasongan

Oleh-oleh Yogyakarta lainnya adalah gerabah atau tembikar atau kerajinan dari bahan tanah liat. Kawasan sentra gerabah di Yogyakarta adalah Desa Kasongan, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul. Di sini Anda dapat melihat langsung proses pembuatan gerabah. Mulai dari pembentukan tanah liat sampai pembakaran dan pewarnaan.

gerabah-kasongan-nitaangel
Gerabah Kasongan (sumber: nitaangel.wordpress.com)

Warga Desa Kasongan telah menjadi pengrajin gerabah sejak abad ke-17. Pada tahun 1970-an, seniman kenamaan Yogyakarta Sapto Hoedoyo memperkenalkan sentuhan seni pada gerabah Kasongan untuk menaikkan nilai estetik.

Gerabah khas Desa Kasongan ini telah dipercaya memiliki kualitas yang bagus. Gerabah Kasongan dapat Anda temui dalam beragam bentuk mulai dari guci, patung, asbak, vas bunga, lampu hias, serta miniatur kendaraan: sepeda, mobil, dan becak.

4. Kaos Oblong Khas Yogya

dagadu_djokdja
Kaos Dagadu (sumber: dagadu.co.id)

Di Malioboro ada banyak pedagang yang menjual kaos oblong dengan tulisan-tulisan atau gambar khas Yogya. Satu produsen kaos oblong yang terkenal adalah Dagadu, meskipun kini banyak bermunculan produsen-produsen kaos khas Yogya lainnya.

Seperti Kaos Joger di Bali, Kaos Dagadu sepertinya telah menjadi identitas warga Yogyakarta. Lebih dari 20 tahun, Dagadu selalu menjadi pilihan para wisatawan. Dagadu sendiri berasal dari bahasa Walikan atau bahasa gaul Yogyakarta, yang berarti ‘matamu’, sebagaimana logo kaos ini yang berbentuk sebuah mata. Kaos ini identik dengan gambar, kalimat atau plesetan lucu.

Kaos Oblong khas Yogya bisa Anda temui di sepanjang jalan Malioboro. Dan khusus Dagadu, konon yang asli hanya ada di tiga tempat, yaitu Mal Malioboro, Ambarukmo Plaza dan di daerah Pakuningratan yang merupakan lokasi pabriknya berada.

5. Surjan dan Blangkon

Surjan adalah busana adat resmi untuk pria Jawa, mirip jas. Penggunaan Surjan terbatas untuk wilayah Yogyakarta. Kadang banyak yang keliru dengan menyebutnya Beskap. Padahal Beskap adalah busana adat resmi pria untuk wilayah Surakarta.

surjan-jogja
Surjan Lurik (sumber: blangkonjogjakarta.blogspot.co.id )

Perbedaan Surjan dan Beskap dapat dengan mudah dikenali, yaitu dari posisi kancingnya. Pada surjan, posisi kancing adalah lurus dari atas ke bawah, sementara posisi kancing beskap menyamping. Beskap juga lebih tebal daripada Surjan.

Berdasarkan corak atau motifnya, Surjan terbagi menjadi dua jenis yaitu Surjan Lurik dan Surjan Ontrokusuma. Surjan lurik bermotif garis-garis, sedangkan Surjan Ontrokusuma bermotif bunga (kusuma). Perbedaan jenis ini tidak lepas dari faktor sejarah yang mencatat bahwa Surjan Ontrokusuma adalah pakaian khusus untuk bangsawan Mataram, sementara Surjan Lurik adalah pakaian seragam bagi aparat kerajaan hingga prajurit.

Pelengkap Surjan adalah pemakaian tutup kepala atau Blangkon dengan “mondolan” di belakangnya. Dahulu, fungsi dari mondolan ini adalah untuk menyimpan rambut pria yang panjang agar terlihat rapi.

Pakaian tradisional Surjan dan Blangkon ini bisa Anda peroleh di Pasar Beringharjo dan toko-toko batik seperti yang disebutkan pada poin nomor 1 diatas.

6. Boneka Wayang

Seperti yang Anda ketahui, wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah seperti Sumatera.

wayang-xelexicom
Wayang

Boneka wayang bisa menjadi alternatif untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Boneka wayang biasanya dijual satuan masing-masing tokoh atau dalam 1 paket tertentu. Ukurannya juga berbeda-beda, ada yang besar, sedang dan kecil. Tokoh boneka wayang diantaranya adalah Puntadewa atau Yudhistira, Werkudara atau Bima, Arjuna, Gatot Kaca, Nakula dan Sadewa, juga tokoh-tokoh punakawan seperti Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong.

7. Pernak-pernik dan Aksesoris Khas Lainnya

Disamping barang-barang diatas, Anda juga bisa membawa pulang oleh-oleh berupa pernak-pernik dan aksesoris seperti gelang, topi, gantungan kunci, cincin, dompet, tas kecil, dan lain-lain. Di sepanjang jalan Malioboro Anda dapat dengan mudah menjumpai pedagang pernak-pernik ini.

gelang-kayu-wooden-bracelet-batik-jogja
Gelang Kayu (sumber: pasarjogja.wordpress.com)

Atau pilihan lain adalah souvenir khas pantai yang terbuat dari cangkang kerang atau binatang laut lainnya yang diolah menjadi bermacam hiasan dinding, kalung, wadah lampu, tirai, bingkai foto, dan lain-lain. Barang-barang ini bisa Anda dapatkan di Pantai Baron dan Kukup Gunung Kidul.

Bagaimana, sudah dapat ide mau bawa pulang oleh-oleh apa? Semoga informasi diatas cukup jelas dan dapat menjadi rujukan buat Anda ya…

Oya, disamping suvenir diatas, Anda mungkin juga ingin membeli oleh-oleh berupa makanan khas Yogya. Silakan baca artikel ini: Makanan dan Jajanan Khas Yogyakarta.

 

Mau pergi ke Yogyakarta? Sudah tahu mau menginap dimana?

Cari Hotel Murah di Yogyakarta? Klik disini Mau Booking Hotel di Yogyakarta? Klik disini

Baca juga:

Anda mungkin tertarik juga dengan informasi berikut: