Jakarta History Museum) Fatahillah Square
The front view of the museum seen from the Fatahillah Square (By Chainwit. - Own work, CC BY 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=165327869)

Melihat arsitektur era kolonial dan Art Deco tropis di Kota Tua Jakarta sambil menjelajahi budaya, sejarah, dan kuliner dalam tur jalan kaki di Kota Tua Jakarta.

 

Kota Tua Jakarta adalah salah satu daya tarik budaya dan sejarah utama kota ini. Itinerary perjalanan ini dirancang untuk membantu wisatawan merencanakan tur jalan kaki di Kota Tua Jakarta, mencakup tempat-tempat penting yang wajib dikunjungi, museum, kafe, dan kiat-kiat perjalanan praktis. Ideal untuk pengunjung pertama kali, pecinta sejarah, dan fotografer, panduan ini menunjukkan cara menjelajahi Kota Tua secara efisien dengan berjalan kaki.

Kota Tua Jakarta adalah tempat kelahiran ibu kota Indonesia. Dahulu bernama Batavia selama masa penjajahan Belanda, kawasan ini melestarikan bangunan-bangunan berusia ratusan tahun, museum, dan alun-alun publik yang mencerminkan masa kolonial Jakarta. Saat ini, Kota Tua adalah salah satu tempat terbaik di Jakarta untuk berwisata dan menjelajahi budaya.

Sambil berjalan kaki memungkinkan pengunjung untuk menikmati Kota Tua Jakarta dengan santai sambil menjelajahi landmark bersejarah yang berdekatan.


Titik Awal: Lapangan Fatahillah (Taman Fatahillah)

Tur jalan kaki Kota Tua Jakarta Anda dimulai di Lapangan Fatahillah, pusat bersejarah Kota Tua Jakarta. Lapangan ikonik ini dikelilingi oleh museum-museum besar dan bangunan-bangunan era kolonial yang berasal dari abad ke-18.

Kota Tua Jakarta Map
Peta Kota Tua Jakarta (Google)

Lapangan Fatahillah adalah tempat populer untuk berfoto dan sering menampilkan seniman jalanan, seniman lokal, dan pengunjung yang mengendarai sepeda vintage berwarna-warni.

Lapangan Fatahillah adalah salah satu objek wisata yang paling banyak dicari di Kota Tua Jakarta.


Pemberhentian 1: Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)

Terletak tepat di Lapangan Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, juga dikenal sebagai Museum Fatahillah, adalah tempat yang wajib dikunjungi dalam setiap tur jalan kaki Kota Tua. Museum ini bertempat di bekas Balai Kota Batavia.

Di dalamnya, pengunjung dapat menjelajahi pameran yang mencakup sejarah Jakarta dari era pelabuhan Sunda Kelapa hingga Jakarta modern. Beberapa hal menarik termasuk furnitur kolonial, peta bersejarah, dan sel penjara bawah tanah.

Waktu kunjungan yang disarankan: 45–60 menit


Pemberhentian 2: Museum Wayang

Berjalan kaki singkat dari Alun-Alun Fatahillah akan membawa Anda ke Museum Wayang, salah satu museum terunik di Jakarta. Ini menampilkan seni boneka tradisional Indonesia, termasuk wayang kulit dan wayang golek (boneka kayu).

Museum Wayang, Jakarta
Bagian depan Museum Wayang dilihat dari Lapangan Fatahillah (By Chainwit. – Own work, CC BY 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=165322960)

Pertunjukan wayang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, menjadikan museum ini sebagai tempat yang penting secara budaya dalam rencana perjalanan Anda di Kota Tua Jakarta.

Tips: Pada akhir pekan, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan wayang secara langsung.


Pemberhentian 3: Café Batavia – Kafe Terbaik di Kota Tua Jakarta

Cafe Batavia, Kota Tua Jakarta
Cafe Batavia dilihat dari Lapangan Fatahillah (By Chainwit. – Own wok, CC BY 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=165326614)

Tur jalan kaki di Kota Tua Jakarta tidak akan lengkap tanpa istirahat di Café Batavia. Terletak di seberang Lapangan Fatahillah, kafe bersejarah ini menempati bangunan kolonial yang telah dipugar dengan interior klasik dan jendela besar yang menghadap ke lapangan.

Café Batavia adalah salah satu tempat makan yang paling banyak dicari di Kota Tua Jakarta dan ideal untuk makan siang, minum kopi, atau istirahat sejenak selama tur jalan kaki Anda.

Interior of Cafe Batavia, Jakarta- Indonesia
Bagian dalam Cafe Batavia, Jakarta- Indonesia (By Adam Jones, Ph.D. – Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=22144385)

Pemberhentian 4: Museum Seni Rupa dan Keramik

Lanjutkan perjalanan Anda ke Museum Seni Rupa dan Keramik, yang menampilkan lukisan, patung, dan karya keramik Indonesia dari seluruh Indonesia, Asia, dan Eropa.

Museum_of_Fine_Arts_Jakarta
Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua Jakarta (By Aisha Tanduk – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=123392900)

Museum ini menawarkan pengalaman budaya yang lebih tenang dan melengkapi fokus sejarah dari atraksi Kota Tua Jakarta lainnya. Di sini, Anda dapat mengikuti kelas seperti kelas pembuatan tembikar, di mana Anda dapat belajar cara membentuk tanah liat menjadi kreasi Anda sendiri.

Museum ini tutup pada hari Senin dan buka pada hari Selasa hingga Minggu dan Hari Libur Nasional.

Waktu kunjungan yang disarankan: 30–45 menit


Pemberhentian Opsional: Pelabuhan Sunda Kelapa

Bagi wisatawan yang memiliki waktu ekstra, perpanjang tur jalan kaki Kota Tua Anda ke Pelabuhan Sunda Kelapa, pelabuhan tertua di Jakarta. Pelabuhan ini terkenal dengan kapal pinisi kayu tradisional yang masih digunakan dalam perdagangan antar pulau.

Sunda Kelapa Harbour Jakarta
Kapal Pinisi berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta (By Danumurthi Mahendra from Indonesia – Phinisi#11, CC BY 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=8785636)

Pelabuhan Sunda Kelapa adalah lokasi fotografi populer dan memberikan wawasan tentang sejarah maritim Jakarta.


 

Lihat Pilihan Tur Wisata di Jakarta >>


Tips Perjalanan Praktis untuk Tur Jalan Kaki Kota Tua Jakarta

  • Waktu terbaik untuk mengunjungi Kota Tua Jakarta: Pagi hari (08:00–11:30)
  • Cara menuju Kota Tua Jakarta: Naik KRL Commuter Line ke Stasiun Jakarta Kota, atau naik bis Transjakarta tujuan Halte Kota.
  • Yang perlu dikenakan: Pakaian ringan, sepatu jalan yang nyaman, tabir surya
  • Tips keamanan: Jaga barang berharga Anda di tempat ramai

Apakah Kota Tua Jakarta Layak Dikunjungi?

Ya. Kota Tua Jakarta adalah salah satu tempat yang paling layak dikunjungi di Jakarta. Tata letaknya yang ramah pejalan kaki, signifikansi sejarahnya, dan konsentrasi museumnya menjadikannya ideal bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Jakarta di luar pusat perbelanjaan dan gedung pencakar langit modern.

Tur jalan kaki di Kota Tua Jakarta menawarkan cara yang menarik untuk memahami asal usul kota sambil menikmati arsitektur, museum, dan budaya lokal.

Menjelajahi Kota Tua Jakarta dengan tur jalan kaki adalah salah satu cara terbaik untuk merasakan sejarah Jakarta. Baik Anda berkunjung selama beberapa jam atau setengah hari, rencana perjalanan ini membantu Anda melihat hal-hal penting secara efisien sambil memaksimalkan nilai budaya.


Kota-kota terbaik untuk dikunjungi di Indonesia, Kota-kota terpopuler di Indonesia, Panduan wisata Indonesia, Tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Indonesia, Pariwisata kota Indonesia, Destinasi wisata di Indonesia, Tempat-tempat terbaik untuk dikunjungi di Jakarta, Tempat-tempat terpopuler di Jakarta, Panduan wisata Jakarta, Tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Jakarta, Pariwisata kota Jakarta, Destinasi wisata di Jakarta